Sunday, June 8, 2014

Lomba Karya Tulis Kejati Kal-sel 2013


KATA PENGANTAR
            Puji syukur penyusun panjatkan ke hadirat Allah S.W.T yang Maha Ghofur yang telah melimpahkan karunia dan kekuatan kepada penyusun untuk dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah yang diberi judul: ” Peran Kejaksaan Dalam Kasus Tindak Pidana Korupsi yang Berpengaruh pada Kepercayaan Masyarakat”.
Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi dan Rasul-Nya, Muhammad S.A.W.
Selesainya karya tulis ilmiah ini, tentunya tidak lepas dari bimbingan dan do’a dari orang tua, keluarga, dosen-dosen, teman-teman serta kemajuan teknologi yang sangat membantu saya dalam menyelesaikan karya tulis ilmiah ini. Untuk itu saya mengucapkan terima kasih kepada mereka. Semoga amal kebaikan mereka semua diterima dan dibalas oleh Allah S.W.T.
Karya tulis ilmiah ini, dibuat secara ringkas namun mudah-mudahan tidak mengurangi subtansi aslinya.
Semoga karya tulis ilmiah ini, memberikan ilmu yang bermanfaat bagi penyusun khususnya, dan memberikan banyak manfaat kepada pembaca pada umumnya yang semuanya berkewajiban sebagai agen perubahan bangsa dan negara.

Banjarmasin, 08 Juli 2013

ttd,

Burhannudin
NPM.11.31.0122

 RINGKASAN
Burhannudin, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjary, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Karya ilmiah yang berjudul Peran Kejaksaan Dalam Kasus Tindak Pidana Korupsi yang Berpengaruh pada Kepercayaan Masyarakat ini membahas tentang perananan kejaksaan, yang terkadang sering luput dari pandangan kita sebagai penegak hukum yang adil dan baik. Bagaimana perkembangannya dari tahun ke tahun apakah mengalami peningkatan kepercayaan ataukah menurunya kepercayaan dari masyarakat.
Tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah untuk memberitahukan kepada semua warga, khususnya warga Banjarmasin dan umumnya pada semua warga Indonesia tentang Peran Kejaksaan Dalam Kasus Tindak Pidana Korupsi yang Berpengaruh pada Kepercayaan Masyarakat, agar mereka semua dapat mengetahui keseluruhan dari peran kejaksaan sebagai penegak hukum secara subtansi, luas dan menyeluruh.
Metode yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah ini adalah dengan melakukan Studi Pustaka. Saya mencari bahan-bahan tentang peran kejaksaan lewat Internet, juga melalui buku-buku ensiklopedia tentang Peran Kejaksaan Dalam Kasus Tindak Pidana Korupsi yang Berpengaruh pada Kepercayaan Masyarakat.
Berdasarkan hasil penelitian, saya mengetahui bahwa kejaksaan dalam penegakan kasus tindak pidana korupsi sendiri ternyata masih ada prilaku jaksa yang terlibat suap dalam penegakan hukum pada kasus tindak pidana korupsi. Seperti contoh, kasus yang dilakukan Jaksa Urip T Gunawan yang  terlibat menerima suap dari Ny Arthalyta dan akhirnya dihukum penjara.
Hal inilah yang membuat menurunya kepercayaan masyarakat kepada jaksa ataupun kejaksaan dalam penegakan kasus tindak pidana korupsi.
Mengingat tugas kejaksaan sebagai pengayom dan penegak hukum, maka kesiapan SDM Kejaksaan didaerah harus dioptimalkan, khususnya di Banjarmasin dan umumnya seluruh Indonesia.
Untuk itu sangat diharapkan setiap jaksa yang bertugas dibidang pidana khususnya tindak pidana korupsi haruslah mengikuti uji kompetisi disamping penyediaan sarana dan prasarana serta kesejahteraan yang baik serta memadai.
Dengan peningkatan kualitas jaksa didaerah termasuk peningkatan peran pengawasan fungsional, kedepan korupsi di daerah dapat dikurangi serta mungkin bias dihilangkan, sehingga lembaga kejaksaan bisa memberikan kontribusi yang besar dalam penyelamatan kerugian negara yang diakibatkan oleh korupsi. Sehingga kepercayaan masyarakat terhadap jaksa ataupun kejaksaan bisa meningkat.






BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Tindak pidana korupsi di Indonesia maupun di daerah-dareah sudah meluas  dan mewabah kepada masyarakat. Perkembangannya terus meningkat setiap tahunnya.
Meningkatnya tindak pidana korupsi yang meluas serta tidak di imbangi dengan penegakan hukum yang baik akan membawa bencana, tidak saja terhadap kehidupan perekonomian nasional tetapi juga pada kehidupan berbangsa dan bernegara pada umumnya.
Tindak pidana korupsi merupakan pelanggaran terhadap hak ekonomi dan hak sosial masyarakat, bahkan telah melanggar hak asasi manusia. Tindak pidana korupsi telah menjadi suatu kejahatan yang luar biasa. Begitu pula dalam upaya pemberantasannya tidak lagi dapat dilakukan secara biasa, tetapi dituntut dengan cara yang luar biasa.
Tindak pidana korupsi tidak harus mengandung secara langsung unsur yang merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, misalnya suap-menyuap, penyalahgunaan kekuasaan, perilaku diskriminatif dengan memberikan keuntungan finansial, pelanggaran kepercayaan, rusaknya mental pejabat, ketidakjujuran dalam berkompetisi dan lain-lain.
Menyadari kompleksnya permasalahan korupsi di tengah-tengah krisis multidimensional serta ancaman nyata yang pasti terjadi, yaitu dampak dari kejahatan ini. Maka tindak pidana korupsi dapat dikategorikan sebagai permasalahan nasional yang harus dihadapi secara sungguh-sungguh melalui langkah-langkah yang tegas dan jelas dengan melibatkan semua potensi yang ada dalam masyarakat khususnya pemerintah dan aparat penegak hukum.
Pemberantasan korupsi secara hukum adalah dengan mengandalkan diperlakukannya secara konsisten Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan berbagai ketentuan terkait yang bersifat repressif.
Undang-Undang yang dimaksud adalah Undang-Undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah menjadi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.
Bila kita cermati dari awal sampai akhir tujuan khusus yang hendak dicapai adalah bersifat umum, yaitu penegakan keadilan hukum secara tegas bagi siapa saja yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi.
Penegakan hukum pada dasarnya melibatkan seluruh warga negara Indonesia, dimana dalam pelaksanaannya dilakukan oleh penegak hukum. Penegakan hukum tersebut dilakukan oleh aparat yang berwenang. Aparat negara yang berwenang dalam pemeriksaan perkara pidana adalah aparat Kepolisian, Kejaksaan dan Pengadilan.
Polisi, Jaksa dan Hakim merupakan tiga unsur penegak hukum yang masing-masing mempunyai tugas, wewenang dan kewajiban yang sesuai dengan Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku.
Dalam menjalankan tugasnya unsur aparat penegak hukum tersebut merupakan sub sistem dari sistem peradilan pidana. Di dalam rangka penegakan hukum ini masing-masing sub sistem tersebut mempunyai peranan yang berbeda-beda sesuai dengan bidangnya serta sesuai dengan ketentuan Perundang-Undangan yang berlaku, akan tetapi secara bersama-sama mempunyai kesamaan dalam tujuan pokoknya yaitu pemasyarakatan kembali para nara pidana. 

B. Identifikasi Masalah
Melihat semua hal yang melatar belakangi kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap kejaksaan dalam penegakan kasus tindak pidana korupsi, maka saya menarik beberapa masalah dengan berdasarkan kepada :
  1. Kurang tegasnya para penegak hukum khususnya jaksa ataupun kejaksaan dalam memberikan hukuman pada kasus tindak pidana korupsi.
Sehingga tidak membuat efek jera kepada pelaku yang berakibat menurunnya kepercayaan masyarakat kepada penegak hukum.
  1. Lemahnya pengawasan kepada jaksa ataupun kejaksaan. Hal ini terbukti prilaku jaksa yang terlibat suap atau korup akan menurunkan martabat dan nama baik lembaga ini sebagai penegak hukum.
Seperti contoh, kasus yang dilakukan Jaksa Urip T Gunawan terlibat menerima suap dari Ny Arthalyta dan akhirnya dihukum penjara.


Ket: untuk mendapatkan file lengkap (asli) hub. bem fe-uniska>ketentuan berlaku

PKM-PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

BIMBEL Mikrosoft Office 2007 (m.o. two thousands seven)as an Effort to Improve Quality Children at Al-Ihsan Orphanage Banjarmasin

By: Burhannudin, Nor Atina, Meylinda Faradita.
Islamic University of Kalimantan (UNISKA) Muhammad Arsyad Al-Banjary

ABSTRACT
Orphanage is a social institution that housed children who are less able to keep the children can continue their education . Accommodated children who are orphans , orphans and the poor who follow education from elementary school (SD), Junior High School (SMP) to High School (SMA). However, the economic situation of their families who are less able to make the most of the children who live at the orphanage could not continue higher education. So that they are less able to compete for jobs. Usually less children in formal education to get a job as a junior high and high school they attended did not teach science that are applicable. So they do not have the skills that they can apply when going to work. In addition, the high level of competition that is making high school graduates are rarely needed.
Methods of community service activities will be carried out after all the licensing and preparation equipment has been completed. Community service activities will be held at Al -Ihsan Orphanage Muhammadiyah Banjarmasin. In practice participants will be divided into groups and each group will be guided by a mentor. Introduction and training activities will be different from the teaching and learning activities in general . Training activities will be made as attractive as possible and in addition they will also be learning motivation.
The results of Student Creativity Program (PKM) is expected to be useful especially in children Al - Ihsan Orphanage (Community), which provide basic computer skills (Mikrosoft Office 2007), as well as improve the quality of nursing older children in order to compete in the world of work or entrepreneurship that later brought independence in seeking sustenance.

 Keywords: Orphanage, Al-Ihsan Banjarmasin. 



/



USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

JUDUL PROGRAM:
BIMBEL MIKROSOFT OFFICE 2007 (m.o. two thousands seven)
SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS ANAK-ANAK DI PANTI ASUHAN 
AL-IHSAN MUHAMMADIYAH BANJARMASIN


BIDANG KEGIATAN:
PKM-PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT


Diusulkan Oleh:
Burhannudin               : 11.31.0122 Angkatan 2011
Nor Atina                   : 11.21.0193 Angkatan 2011
Meylinda Faradita       : 12.31.0411 Angkatan 2012



UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN (UNISKA) MUHAMMAD ARSYAD AL-BANJARY
BANJARMASIN
2013
  1. JUDUL PROGRAM KEGIATAN PKM-M
Adapun judul yang kami usulkan adalah:
BIMBEL MIKROSOFT OFFICE 2007 (m.o. two thousands seven) SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS ANAK-ANAK DI PANTI ASUHAN AL-IHSAN BANJARMASIN”.

B.     LATAR BELAKANG MASALAH

Program aplikasi komputer Mikrosoft Office 2007 merupakan teknologi komputer yang banyak di terapkan dalam dunia kerja dan wirausaha. Hal ini dikarenakan program komputer dapat digunakan untuk mempermudah dan mengurangi tingkat kesalahan dalam bekerja maupun berwirausaha.
Pengetahuan akan teknologi informasi sudah menjadi kebutuhan yang wajib dipenuhi seseorang. Hal tersebut dikarenakan hampir sebagian besar kegiatan sehari-hari seseorang melibatkan bantuan teknologi informasi baik kegiatan belajar mengajar, bekerja di instansi maupun berwirausaha. Selain itu juga pengetahuan akan teknologi informasi merupakan modal utama seseorang untuk dapat bersaing di era globalisasi dan kemajuan zaman di masa mendatang.
Pengenalan program Mikrosoft Office 2007 ini masih jarang dikalangan anak-anak remaja panti asuhan, padahal peluang kerja dengan program aplikasi ini masih sangat besar. Pengenalan sebaiknya dilakukan sejak anak-anak mulai menginjak Sekolah Menengah Pertama (SMP) sehingga nantinya mereka tidak asing lagi dengan program komputer Mikrosoft Office 2007.
Panti Asuhan Al- Ihsan Muhammadiyah adalah sebuah lembaga sosial yang menampung sekitar 40 orang anak-anak yang kurang mampu sehingga anak-anak tersebut tetap bisa melanjutkan pendidikannya. Anak-anak yang ditampung yaitu anak yatim, yatim piatu serta dhuafa yang mengikuti pendidikan  mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA). Akan tetapi keadaan ekonomi keluarga mereka yang kurang mampu membuat kebanyakan dari anak-anak yang tinggal di panti asuhan ini tidak bisa melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Sehingga mereka kurang bisa bersaing untuk mendapatkan pekerjaan. Kurang bisanya anak-anak ini dalam mendapatkan pekerjaan karena pendidikan formal SMP dan SMA yang mereka ikuti tidak mengajarkan ilmu yang bersifat aplikatif. Sehingga mereka tidak mempunyai kemampuan yang dapat mereka terapkan ketika akan bekerja. Selain itu juga tingginya tingkat persaingan yang ada membuat tamatan SMP dan SMA sudah jarang dibutuhkan.
Berdasarkan latar belakang tersebut, dibutuhkan sebuah upaya pengabdian masyarakat guna membekali ilmu berupa kemampuan dasar komputer (Mikrosoft Office 2007) yang dapat menunjang kemampuan anak-anak Panti Asuhan Al-Ihsan Kota Banjarmasin sehingga bisa bersaing di dunia kerja dan berwirausaha. Upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan memberikan bimbingan dan pelatihan dasar Mikrosoft Office 2007. Sehingga anak-anak panti asuhan Al-Ihsan Muhammadiyah memiliki keahlian yang siap bersaing di dunia kerja ataupun berwirausaha yang akan membawa kepada kemandirian.

C.     RUMUSAN MASALAH
Selama ini anak-anak remaja di Panti Asuhan Al-Ihsan Muhammadiyah Banjarmasin dalam melakukan kegiatan hanya dengan sekolah dan belajar mengaji. Materi belajar komputer (Mikrosoft Office 2007) yang menekankan kepada skill dan kreativitas belum mereka dapatkan. Sebagai modal untuk berwirausaha ataupun bekerja setelah menjadi anak purna asuh. Dengan kami memberikan bimbingan belajar serta pelatihan keterampilan komputer (Mikrosoft Office 2007), dengan harapan kelak mereka mereka dapat mengaplikasikanya dalam kehidupan sehari-hari, baik didunia kerja maupun berwirausaha.

D.    TUJUAN PROGRAM
Adapun tujuan program yang ingin dicapai dalam kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), yaitu sebagai berikut:
1.      Menyiapkan anak-anak remaja panti asuhan yang siap berkompetisi dalam persaingan di dunia kerja.
2.      Memandirikan anak-anak remaja agar mereka memiliki keterampilan yang dapat digunakan untuk mencari rezeki.
3.      Sebagai bentuk perhatian terhadap masalah pendidikan yang berkualitas khususnya di kota Banjarmasin dan pada umumnya di Indonesia.

E.     LUARAN YANG DIHARAPKAN
Adapun luaran yang diharapkan dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini adalah sebagai berikut:
1.      Terciptanya anak-anak remaja panti asuhan yang terampil dalam menggunakan komputer (Mikrosoft Office 2007) dalam dunia kerja ataupun berwirausaha sehingga bisa mandiri.


Ket: Untuk mendapatkan file lengkap (asli) silahkan hubungi bem fe-uniska >ketentuan berlaku

Monday, April 14, 2014

Bakti Mahasiswa Wisata














”Bakti Mahasiswa Wisata Lokasi Pantai Angsana ” 
Tema kegiatan” Dengan Bakti Mahasiswa Wisata Kita Bangkitkan Semangat Lingkungan Bersih:”
Hari/Tanggal   : Minggu, 30 Maret 2014

Mahasiswa adalah pemuda intelektual yang penuh dengan kreativitas baik dalam segi teoritis maupun praktis. Untuk menampung semua aktifitas, kreativitas dan inovasi mahasiswa terserbut, membutuhkan sebuah wadah yaitu organisasi intra kampus yang dikenal dengan nama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas maupun Fakultas.
Idealnya perjalanan sebuah organisasi harus memenuhi empat tahapan, yaitu: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Keempat tahapan tersebut harus terlaksana jika organisasi tersebut ingin maju dan berkembang, maka perlu adanya pergerakan seluruh anggota demi tercapainya tahapan-tahapan tersebut.

Berangkat dari gambaran organisasi tersebut, maka kami Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi, Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Muhammad Arsyad Al-Banjary Banjarmasin bermaksud merencanakan Bakti Mahasiswa Wisata (BMW), untuk membekali mahasiswa agar peduli sosial dan solidaritas terhadap masyarakat dan menumbuhkan cinta lingkungan yang bersih.
Adapun tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan Bakti Mahasiswa Wisata (BMW) ini yaitu:
1.      Meningkatkan kepedulian sosial, empati dan solidaritas terhadap masyarakat.
2.      Menumbuhkan rasa cinta lingkungan yang bersih dan sehat.
3.      Mengurangi global warming.
4.      Mempererat tali persaudaraan.